Box Three

Jambi merupakan salah satu daerah yang pernah berpartisipasi dalam penyebaran pakaian batik tradisional Indonesia. Memiliki ciri dan motif batik yang berbeda tentunya karena cerita yang berbeda, iklim yang berbeda, budaya yang berbeda menghasilkan karya kreatif yang berbeda pula untuk batik Jambi ini. Beberapa informasi menarik untuk anda tentang efek unik dari batik jambi yang anda dapatkan, untuk menambah pandangan dan referensi dalam mencari batik di luar jawa.

Sejarah batik Jambi

Sebelum mengetahui corak dan ciri-ciri motif batik kota jambi perlu diketahui juga asal muasal sejarah batik jambi yang berkembang hingga saat ini. Cerita ini berasal dari kesultanan melayu di jambi, waktu dan tempat tahun ini masih belum jelas dan akurat, akan tetapi pada masa kesultanan, batik jambi ada dengan motif utama flora dan fauna. Namun yang membedakan adalah baju batik ini hanya diperbolehkan untuk keluarga sultan, tidak disebarkan ke masyarakat sekitar.

Masalah pertama karena pada masa kesultanan lama sangat sedikit orang yang mampu membuat kerajinan batik Jawa. Oleh karena itu, penyebaran pengenalan batik Jawa pada masa itu kurang mendapat perhatian yang menyebabkan terjadinya perbedaan sosial antara masyarakat dengan ekonomi tinggi dan ekonomi rendah. Karena saat itu hanya para bangsawan dan ekonomi yang bisa memakai batik Jambi. Kemudian, akhirnya pada masa Orde Baru sekitar tahun 1980-an, batik Jambi akhirnya dikembangkan dan dipromosikan secara massal oleh pemerintah Jambi.

Ada beberapa keunikan dalam sejarah batik Jambi di masa Orde Baru, ketika perkembangan batik secara masif, corak dan warna khas Jambi masih mencuat sebelum tahun 1990-an. Namun ketika tahun itu berlalu, warna batik khas Pekalongan dan juga Cirebon. Akhirnya pada saat ini ciri khas batik Jambi kembali lagi ke budaya sebelumnya.

Perlu Anda ketahui juga, untuk mencari batik unik di luar Jawa, salah satu motif batik Jambi bisa menjadi referensi yang bagus. Pasalnya, cerita batik Jambi berasal dari kalangan bangsawan di masa lalu. Oleh karena itu, sangat wajar jika seorang bangsawan di masanya memiliki ciri, corak dan warna yang tentunya menghasilkan efek kemewahan, keanggunan dan memiliki makna yang dalam. Keunikan dari batik ini adalah coraknya yang tidak pernah menunjukkan sejumlah hal, intinya disini adalah efek gambar batik individu.

Kapal Sanggat atau bangkai kapal itu sendiri. Dua jenis kapal tampak tergambar dalam motif ini. Pertama, kapal dengan tiga bendera. Kedua, kapal dengan empat bendera. Kapal dengan tiga bendera mewakili komunitas petani, sedangkan kapal dengan empat bendera mewakili komunitas maritim.

Jumlah maksimum dalam budaya penanam adalah tiga. Artinya, dua hal paradoks menikah dalam persatuan yang lebih tinggi. Tiga adalah pernikahan satu dan dua. Jumlah khusus budaya bahari ada empat. Nah, jika kapal komunitas petani, yang berbendera tiga, dipaksa mengarungi samudra, biarlah. Pandangan dunia tani tidak cocok dengan jagat maritim. Begitulah tafsir Sumarjo terhadap motif kapal Sanggat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *