Box Three


Ada diskusi menarik tentang bagaimana memilih lingkungan stokastik. Anda sangat perlu memahami trik memilih setting stokastik yang tepat di meta trader 4 for pc. Hal ini dikarenakan trik-trik tersebut bisa menjadi panduan strategi yang bisa Anda gunakan untuk berbagai macam pasangan aset, seperti emas (emas), minyak (minyak mentah) atau mata uang.

Memahami Swinging Stochastic Indicator

Sebelum mengetahui trik memilih setting stochostic yang tepat, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu arti dari Stochastic Oscillator Indicator. Pasalnya, indikator tersebut sangat erat kaitannya dengan cara memilih pendekatan stochastic terbaik.

Secara harfiah, Stochastic Oscillator merupakan indikator yang secara spesifik dapat mengukur area jenuh pergerakan transaksi perdagangan pada aset, baik komoditas, saham maupun mata uang.

Pada dasarnya dapat dikatakan bahwa stochastic ini merupakan salah satu indikator yang termasuk dalam jenis indikator oscillator. Selain Stochastic, terdapat sejumlah indikator lain yang dikelompokkan ke dalam jenis oscillator. Sebutkan Relative Strength Index (RSI), Parabolic SAR Indicator, dan Moving Average Convergence Divergence (MACD).

Sejarah dan fungsi indikator osilator

Secara historis, penemu Stochastic Oscillator Indicator bernama George C. Lane. Ia menemukan jenis indikator ini sekitar tahun 1950. Yang perlu Anda ketahui, jenis indikator ini masih umum digunakan hingga saat ini. Padahal, indikator ini merupakan salah satu indikator yang telah ditentukan sebelumnya yang harus disertakan di setiap aplikasi Meta Trader.

Lalu apa fungsi dari indikator osilator jenis ini? Anda dapat menggunakan indikator oscillator untuk mengidentifikasi tanda-tanda sinyal dari awal pembentukan trend, sebagai dasar pengambilan keputusan saat memutuskan untuk membuka suatu posisi.

Pahami rata-rata bergerak

Setelah memahami indikator stochastic, sebaiknya Anda mengetahui pengertian moving average (rata-rata bergerak). Pemahaman yang cukup sederhana ini akan membantu Anda memaksimalkan fungsi indikator stokastik yang digunakan.

Moving Average adalah metode peramalan sederhana dan sering digunakan untuk memperkirakan kondisi masa depan. Biasanya, menggunakan pengumpulan data historis (masa lalu).

Jadi apa pendekatan stokastik yang tepat?

Di poin ini, sebaiknya Anda terlebih dahulu memahami cara membaca informasi tentang Stochastic Indicator dan Moving Average. Sebelum kita melangkah lebih jauh untuk mengetahui seberapa akurat sediaan stokastik tersebut, sebaiknya Anda membaca kembali urutan kalimat di atas.

Pengaturan yang Anda lihat pada gambar di atas adalah hasil pengembangan parameter standar secara umum. Namun, ada beberapa perubahan, di mana ada perubahan pada parameter Metode MA menjadi Eksponensial.

Melalui gambar ini dimungkinkan untuk mengidentifikasi waktu yang tepat untuk menentukan waktu untuk membuka posisi, baik Beli maupun Jual. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menggunakan metode ini.

Pertama, tiga garis MA (Moving Average) digunakan untuk mengidentifikasi arah tren saat ini. Kedua, jika diperhatikan, terdapat dua garis area jenuh pada indikator stochastic yaitu garis 80 dan garis 20. Jika ingin memilih Sell, perhatikan baik-baik indikator stochastic tersebut, dan disarankan untuk membuka posisi jika ada sebuah salib di area garis 80. Beli, tunggu sampai Anda melewati area garis 20.

Ketiga, momentum atau sinyal dari titik masuk cukup akurat jika garis yang sama melintasi kali H1 dan H5. Biasanya momen seperti ini terjadi tiga hingga lima kali sehari. Yang terpenting, tetapkan titik Stop Loss setidaknya 20 poin jika Anda memilih untuk menggunakan kerangka waktu M15-H1 untuk penentuan yang diharapkan untuk mengurangi risiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *